Cara Bijak Menangani Batuk Pilek Pada Anak



Batuk pilek adalah salah satu gejala atau keluhan yang paling sering dialami. Ia tidak mengenal batas usia, meski pada umumnya lebih sering dijumpai pada anak. Penyebab batuk pilek yang paling sering, khususnya pada anak adalah infeksi saluran pernapasan bagian atas. Bisa disertai dengan gejala demam, bisa pula tanpa demam.

Batuk pilek sebagaimana disebutkan di atas, di kalangan 'orang barat' populer dengan istilah common cold, karena memang biasa dijumpai sehari-hari. Dalam Bahasa Indonesia istilah yang memiliki kemiripan makna dengan common cold adalah selesma.

Dominan Virus

Perlu digarisbawahi, selesma hampir seluruhnya disebabkan oleh virus, sehingga sebagian besar kasus selesma tidak perlu pemberian antibiotik, karena antibiotik sesungguhnya bukan untuk menumpas virus, melainkan bakteri. Selesma karena virus pada umumnya membaik dengan sendirinya dalam waktu 2-3 hari. Beberapa kasus selesma akibat virus bisa berlangsung lebih dari 3 hari, namun biasanya sembuh spontan dalam periode 1 minggu. Jika lebih, ada kemungkinan bakteri menjadi faktor penyebab utama, sehingga perlu dikonsultasikan lebih lanjut kepada dokter. Sebagai catatan penting, batuk pilek membandel yang berlangsung 2 minggu atau lebih, apalagi bila terjadi berulang, hal pertama yang perlu dipertimbangkan adalah kemungkinan batuk karena alergi yang dapat mengarah ke asma. Pada bayi dan anak, asma tidak harus selalu disertai dengan gejala sesak dan/atau bunyi napas ngik-ngik, namun bisa hanya berupa batuk yang bandel.

Ciri Batuk Asma

Salah satu ciri batuk asma adalah keluhannya lebih berat pada malam atau dini hari. Jika diketahui ada riwayat alergi dalam keluarga, maka dugaan ke arah asma semakin kuat. Untuk batuk asma, metode terapi terbaik adalah inhalasi. Salah satunya dengan cara nebulisasi. Di kalangan masyarakat awam, terapi inhalasi dengan nebulisasi ini lebih populer dengan istilah terapi penguapan. Dengan metode nebulisasi (menggunakan alat yang disebut nebulizer), obat dalam bentuk cair diubah menjadi partikel kecil yang disebut aerosol, yang secara fisik terlihat seperti uap. Terapi inhalasi merupakan metode yang relatif lebih aman dibandingkan dengan pemberian obat dengan cara diminum. Terapi inhalasi ini juga aman diberikan kepada bayi.

Posting Komentar untuk "Cara Bijak Menangani Batuk Pilek Pada Anak"