Artikel berikut adalah semacam testimoni seorang Ibu Pengelola PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Plus Daycare (By Ibu Hidayatul Karomah)

"Mauuuuuuu....!" , sahut anak-anak MPA serempak seraya mendekat ke Ibu.
"Emang ada apa Bu?", tanya Nabil, Ketua Kelas Matahari.
"Begini sayang, hari ini kita akan kedatangan teman baru .....". Anak-anak tampak serius memperhatikan, duduk melingkar mengerumuni Ibu.
"Namanya siapa Bu ?", sela Abed dengan semangat.
" Namanya Ilman...Ilman, siapa anak-anak?", tanya Ibu.
"Iman Bu..", jawab mereka. (anak-anak menyebut Ilman tanpa huruf "el")
Tampak Windy yang baru berusia 1 thn manggut-manggut seakan paham. " Anak-anak nanti kalau teman barunya datang diajak main ya... diajak ngobrol dan jangan diganggu..oke!", Ibu memberi pesan.
"Kalo diganggu nanti nangis ya Bu..", sahut Farras.
"Iya, kalau diganggu ntar Ilman jadi sedih..kan kasian", lanjut Ibu. Jam menunjuk angka 07.15 akhirnya yang ditunggu-tunggu datang: "Assalamu'alaikum, Ilman datang Bu", kata Abi Ilman.
"Alaikum salam,...ayo masuk Ilman, ini teman-temannya udah pada nunggu. Main disini dulu ya..", Ibu menyambut.
"Ndak mau, ndak mau..hua-hua" Ilman menangis saat diantar. Ibu menggendongnya dan membawa Ilman ke dalam kamar...diikuti anak-anak.
"Ilman..main dulu di sini ntar dijemput lagi sama ummi ya sayang", rayu Ibu.
Tiba-tiba Zidane datang membawa bola seraya mendekati Ilman, "Man, main bola yuuk". Ilman tampak diam tidak menanggapi dan memeluk tas bawaannya. Byan pun ndak mau ketinggalan mendekat sambil menggandeng tangan Ilman dan mengajak: "Main-main yuuuk Man", tapi sekali lagi Ilman menolak dan tak mau diajak main. Ibu meninggalkan kamar menuju ruang tengah sambil memperhatikan tingkah polos dan lucu anak-anak yang saling bergantian mendekati dan berusaha merayu Ilman untuk bermain.
"Alhamdulillah, anak-anak ternyata mempunyai simpati yang sangat luar biasa..Subhanallah", batin Ibu, dan tak terasa menetes airmata bahagia. Sekitar 10 sampaai 15 menit anak-anak tampak mulai gelisah ingin bermain diluar, satu persatu keluar kamar dan meninggalkan Ilman. Byan nyeletuk, "main apa-apa ndak au " (diajak main apapun tidak mau).
"Bu, main dulu ya..boleh Bu?", Yohana (Yo) pun yang tadi masih tampak duduk akhirnya berdiri keluar kamar.
"Iya gapapa, terimakasih ya sayang udah berusaha menghibur Ilman, ntar juga Ilman nyusul main kalo udah ndak sedih lagi ", jawab ibu.
Jam menunjuk pukul 09.10. Wao... tak disangka Ilman keluar kamar dan menghampiri teman-temannya yang lagi asyik bermain sentra peran bersama. Melihat hal itu Yo tidak menyia-nyiakan kesempatan. Yo mendekat diikuti Risky dengan gayanya yang lucu: "Itu baju Iman gambar apa", tanya Yo seraya menunjuk gambar di dada Iman.
Zidane juga menghampiri memperhatikan baju Ilman. Ibu memperhatikan komunikasi yang luar biasa diantara anak-anak sehingga mampu membuat Ilman cepat beradaptasi. Akhirnya Ilman tersenyum sambil berlarian mengikuti aneka permainan teman-teman.
"Alhamdulillah, terimakasih ya Allah. Begitu indahnya hari ini, bisa belajar banyak dari kesucian hati dan senyum polosnya anak-anak. Senyum dan tawa mereka adalah angin surga yang menyejukkan hati Ibu. Kebahagiaan tak terkira. Terima kasih Ya Allah... " Ikhtisar visualisasi tingkah polah anak-anak di atas tadi terangkum dalam video Kiat mencairkan suasana ala anak-anak MPA.
Posting Komentar untuk "Terima Kasih Ya Allah, Begitu Indahnya Hari Ini"