Memahami Substansi Kurikulum Merdeka di Level PAUD

PAUD MPA Daycare.

Pasca Pandemi Covid-19, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), mengeluarkan kebijakan Kurikulum Merdeka,  menyempurnakan kurikulum sebelumnya (K13).

Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam dengan dukungan konten yang lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Dalam Kurikulum Merdeka, Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik.

Dua hal penting dalam struktur Kurikulum Merdeka di level PAUD adalah:
  1. Pembelajaran Intrakurikuler, dan
  2. Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Pembelajaran Intrakurikuler

Pembelajaran intrakurikuler, mengacu pada capaian pembelajaran di tiga elemen pokok, yaitu:
  1. Nilai Agama dan Budi Pekerti;
  2. Jati Diri; dan
  3. Dasar-Dasar Literasi.

Proses pembelajaran dan asesmen harus mengacu pada capaian tiga elemen pokok di atas, sebagaimana yang tercermin dalam STPPA (Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak) yang dalam konteks ini adalah Anak Usia Dini.

Dalam pembelajaran intrakurikuler, intinya adalah bagaimana seorang guru dapat menciptakan bermain bermakna bagi anak sebagai perwujudan “merdeka belajar, merdeka bermain”. Dengan demikian, kegiatan yang dipilih harus memberikan pengalaman yang menyenangkan, dengan mempertimbangkan hal-hal berikut:
  • Pembelajaran bersifat “children center”, dalam arti pembelajaran berfokus pada pengembangan kompetensi dengan memperhatikan karakteristik anak, baik minat maupun gaya belajarnya. Guru tidak memaksakan konten atau materi dan kegiatan sesuai keinginannya, melainkan menyesuaikan dengan kebutuhan anak itu sendiri.
  • Guru bertindak sebagai fasilitator, bukan penentu. Sebagai fasilitator, guru bertanggung jawab memfasilitasi atau mewadahi segala bentuk aktivitas anak. Memberikan kebebasan atau kesempatan untuk memilih sendiri aktivitas bermainnya: “bermain dengan siapa, menggunakan apa dan bagaimana caranya” menjadi kewenangan anak itu sendiri saat bermain. Namun demikian tidak berarti guru lepas tangan dan tidak memperhatikan anak. Guru bertanggungjawab mengawasi, mengamati, mencatat dan mendokumentasikan kegiatan anak tersebut sebagai bentuk penilaian otentik.
  • Memberikan pengalaman langsung, antara lain dengan cara menggunakan sumber belajar yang dekat dengan lingkungan anak, termasuk yang berbasis kearifan lokal atau potensi alam yang ada di lingkungan sekitar, sehingga diharapkan anak akan semakin akrab dengan lingkungannya, membuat suasana pembelajaran menjadi semakin menarik karena anak-anak berinteraksi langsung dengan sumber belajarnya.

Perlu digarisbawahi, dalam Kurikulum Merdeka di Level PAUD ada 4 tema besar yang disediakan, yaitu:  (1) tema aku sayang bumi; (2) aku cinta Indonesia; (3) tema bermain dan bekerjasama; dan (4) imajinasiku. Dalam hal ini, Satuan PAUD bersifat merdeka dalam merancang kegiatan pembelajaran, termasuk menentukan penggunaan tema, serta pemilihan topik tema (apabila satuan pendidikan memilih untuk menggunakan tema) sesuai dengan minat dan kedekatan anak.

Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan kegiatan khusus di luar kegiatan intrakuriler yang ditujukan untuk memperkuat upaya pencapaian profil pelajar Pancasila.

Profil Pelajar Pancasila merupakan perwujudan pelajar Indonesia dengan karakteristik pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Ciri-ciri Profil Pelajar Pancasila sebagaimana yang tertuang Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2020 Tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024 adalah sebagai berikut:
  • berkebhinekaan global,
  • bergotong royong,
  • kreatif,
  • bernalar kritis,
  • mandiri, dan
  • beriman & bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia.

Dua struktur kurikulum yang dijelaskan di atas, yakni Pembelajaran Intrakurikuler dan Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), keduanya dapat diterapkan dengan menggunakan metode Project-Based Learning (PBL) maupun metode lainnya, termasuk metode Sentra seperti yang selama ini diterapkan di PAUD MPA Daycare.

Dalam Kurikulum Merdeka, Satuan PAUD benar-benar merdeka dalam menerapkan pendekatan dan metode pembelajaran yang diyakini paling sesuai untuk dapat mencapai target Capaian Pembelajaran maupun Profil Pelajar Pancasila.

Demikian sekilas uraian mengenai substansi Kurikulum Merdeka di Level Pendidikan Anak Usia Dini alias PAUD. Semoga uraian singkat ini bermanfaat dalam membangun kesamaan persepsi tentang Kurikulum Merdeka, khususnya di level PAUD, sehinga memudahkan kesatuan langkah dalam penyelenggaraan PAUD yang berkualitas sesuai harapan bersama. (dr. La Ode Ahmad)

Posting Komentar untuk "Memahami Substansi Kurikulum Merdeka di Level PAUD"