Banyak keunggulan yang dimiliki Metode Sentra, diantaranya adalah membangun kecerdasan jamak (multiple intelligence) pada anak secara bersamaan dan berimbang, yaitu kecerdasan logika-matematika, bahasa, tubuh (kinestetik), ruang (spasial), kemandirian (intrapersonal), kepedulian sosial (interpersonal), dan music, melalui sentra-sentra (wahana) bermain yang meliputi tiga jenis permainan, yakni permainan pembangunan, sensorimotor, dan main peran.
Dalam Metode Sentra, terdapat tujuh sentra yang disediakan agar anak-anak dapat bermain gembira dan mendapatkan banyak pilihan pengembangan potensi. Ketujuh sentra tersebut adalah:
- Sentra Persiapan (membangun kemampuan keaksaraan);
- Sentra Balok (merangsang kemampuan konstruksi, prediksi, presisi, akurasi, geometri, matematika);
- Sentra Seni (membangun kreativitas, sensori motor, kerja sama);
- Sentra Bahan Alam (membangun sensori motor, fisika sederhana, pemahaman akan batasan, dan sebab akibat);
- Sentra Main Peran Besar;
- Sentra Main Peran Kecil (membangun imajinasi, daya hidup, adaptasi, kemandirian, kebahasaan, kepemimpinan); dan
- Sentra Imtak (iman dan takwa).
Baca juga:
Dalam setiap kesempatan pembelajaran, anak bermain di Sentra yang berbeda, melewati tujuh lingkaran Sentra secara ajeg dan berkesinambungan (moving class). Di setiap Sentra, kemampuan anak dibangun secara terus-menerus agar mereka memiliki konsep berpikir yang benar, kritis, dan analitis. Pengetahuan (knowledge) diberikan secara nyata atau konkrit, tidak abstrak. Anak-anak dirangsang untuk menemukan sendiri konsep-konsep mengenai bentuk, warna, ukuran, ciri, tanda, sifat, habitat, manfaat, serta rangkaian sebab-akibat. Dalam Metode Sentra, anak dirangsang pula untuk bisa mengekspresikan diri dengan baik secara, tulisan, dan gambar. Agar tujuan tersebut bisa lebih mudah tercapai, maka selama proses pembelajaran, guru menerapkan komunikasi interaktif dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, sehingga cara kerja otak anak pun terstruktur dengan baik. Pada saat yang sama, dibangun pula laku praksis (bukan hafalan) karakter-karakter luhur yang terkandung dalam Nama-Nama Allah yang Indah atau Asmaul Husna. (PAUD MPA Daycare)
Membangun Pola Asuh Anak dengan Metode Sentra
Dalam setiap kesempatan pembelajaran, anak bermain di Sentra yang berbeda, melewati tujuh lingkaran Sentra secara ajeg dan berkesinambungan (moving class). Di setiap Sentra, kemampuan anak dibangun secara terus-menerus agar mereka memiliki konsep berpikir yang benar, kritis, dan analitis. Pengetahuan (knowledge) diberikan secara nyata atau konkrit, tidak abstrak. Anak-anak dirangsang untuk menemukan sendiri konsep-konsep mengenai bentuk, warna, ukuran, ciri, tanda, sifat, habitat, manfaat, serta rangkaian sebab-akibat. Dalam Metode Sentra, anak dirangsang pula untuk bisa mengekspresikan diri dengan baik secara, tulisan, dan gambar. Agar tujuan tersebut bisa lebih mudah tercapai, maka selama proses pembelajaran, guru menerapkan komunikasi interaktif dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, sehingga cara kerja otak anak pun terstruktur dengan baik. Pada saat yang sama, dibangun pula laku praksis (bukan hafalan) karakter-karakter luhur yang terkandung dalam Nama-Nama Allah yang Indah atau Asmaul Husna. (PAUD MPA Daycare)
Posting Komentar untuk "Keunggulan Metode Sentra dalam PAUD"